CONNECT WITH US
  • Alamak..! Kakek dan Nenek Ngecer Sabu Dibantu Menantu

    Bagikan:

    BK24JAM - Asahan: Usia boleh tua, tapi untuk urusan bisnis, siapa yang bisa melarang Haidir Tanjung, 54 tahun. Sayangnya, pekerjaan yang dilakoni lelaki bercucu ini menyalahi aturan hukum. Dia nekat menjadi pengedar ganja dan sabu-sabu di lingkungan tempat tinggalnya di Dusun 4, Desa Bagan Asahan Induk, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.

    Parahnya lagi, dalam menjalani bisnis haramnya itu, Haidar mengajak istrinya, Fatmawaty, 5o tahun. Bahkan menantunya, Amri alias Ogah, 22 tahun, juga ikut nimbrung membantu memasarkan daganganya.

    Tapi kini, bisnis Haidir terhenti. Bukan lantaran tumpur atau kurang modal, namun Haidir bersama istri dan menantunya dicokok polisi, Jumat (19/08/2016). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti paket narkoba.

    Ketiganya diamankan polisi bermula dari laporan warga yang mengeluh lantaran di dusun mereka kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Tim Sat Narkoba Polres Asahan yang menerima laporan langsung menindaklanjuti keluhan itu.

    Usai melakukan penyelidikan, polisi langsung menggerebek dan menangkap Haidir dan istrinya di rumahnya. Polisi juga menyita sekilo daun ganja kering

    yang dibungkus dalam paket kecil dan besar dari rumah itu.

    Saat diinterogasi, Haidir sempat bungkam. Akhirnya pria uzur itu mengaku jika menantunya, Amri alias Ogah juga ikut mengedarkan narkoba. Polisi pun menggerebek kediaman Amri yang tak jauh dari kediaman mertuanya. Amri ditangkap tanpa perlawanan.

    Dari dalam rumah Amri, polisi menyita barangbukti sebungkus kotak rokok

    berisi ganja kering, 7 plastik klip kecil berisi sabu, sebungkus paket sabu senilai

    Rp1,5 juta dan sebungkus paket besar sabu seharga Rp2,5 juta, 17 plastik klip

    kosong, dan bong.

    Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Sofyan saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan

    tersebut.

    "Kasus ini masih kita kembangkan," katanya. (bbsk)
    KOMENTAR