CONNECT WITH US
  • Diinapkan 4 Hari, Lalu Kabur. Cewek 16 Tahun Gagal Dijadikan Pelacur

    Bagikan:

    BK24JAM - Medan: Bunga, sebut saja begitu, leganya bukan main. Sebelumnya, empat hari diinapkan di sebuah rumah, gadis 16 tahun ini dirundung ketakutan yang amat sangat lantaran sadar kalau dirinya akan dijual ke Malaysia untuk dijadikan pelacur. Beragam cara dilakukan wanita asal Cibitung, Cianjur, ini untuk kabur. Akhirnya Bunga berhasil. 

    Oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA), Jumat (19/08/2016) siang, Bunga diantar ke KPAID Sumut untuk diberi perlindungan hukum.

    Peristiwa yang dialami Bunga berawal, Minggu (07/08/2016) lalu. Bunga yang tinggal di rumah neneknya didatangi seorang pria yang dikenalnya lewat jejaring sosial Facebook. Pria yang mengaku bernama Ilham itu menawarkan Bunga pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

    Bunga sempat menolak tawaran itu. Tapi Ilham tak hilang akal. Agar mendapat izin dari sang nenek, Ilham memilih menginap di rumah Bunga. Dan berhasil. Sang nenek memberi izin cucunya bekerja di Malaysia.

    Singkat cerita, Ilham membawa Bunga. Setiba di Medan, mereka menginap di sebuah hotel. Tak lama di hotel, seorang perempuan bernama Alya datang dan menginap di hotel yang sama, namun tak sekamar dengan Bunga, melainkan tidur di kamar Ilham.

    Besoknya, Bunga dan Alya dibawa Ilham ke rumahnya. Setelah itu, Bunga dan Alya dibawa ke salon. Rambut panjang kedua gadis itu dipotong pendek. Kemudian keduanya dibawa ke klinik untuk cek kesehatan.

    Empat hari di rumah Ilham, barulah Bunga sadar kalau dia sebenarnya hendak dijual ke Malaysia dan dijadikan pelacur. Bunga mengetahui itu lantaran pembantu Ilham buka suara. Lantas Bunga dan Alya bertindak nekat. Mereka kabur dari rumah Ilham.

    "Pembantu di rumah itu yang bilang kalau saya mau dijual dan dijadikan pelacur. Makanya saya lari dari rumah itu, si Alya juga ikut lari, cuma saya gak tau dia lari ke mana," kata Bunga.

    Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA), Ahmad Sofyan Lubis, mengatakan, pihaknya mendapat kabar dari Badan PP dan KB tentang adanya korban dugaan trafficking.

    "Kami dapat kabar makanya kami jemput. Saya sudah menghubungi ke kabupaten maupun provinsi di Jawa Barat, namun belum dapat alamat pastinya," ungkapnya. (cs)
    KOMENTAR