CONNECT WITH US
  • Diteriaki Rampok, Lubis Muntah Darah Dihakimi Massa

    Bagikan:

    BK24JAM - Delitua: Nanda Lubis kena batunya. Berniat merampok sebuah toko, pria 28 tahun ini akhirnya muntah darah digebuki massa.

    Ceritanya, warga Dusun IV, Emplasemen, Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, ini berpura-pura hendak membeli sabun di salahsatu toko di Jalan Jamin Ginting, Km 7,8, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, kemarin.

    Begitu sabun hendak diserahkan penjaga toko, Cristine Sapya Beru Tarigan (23), Nanda langsung mencabut sangkur dari pinggangnya dan mengarahkan ke leher Cristine sambil menutup mulut mahasiswi salahsatu kampus di Medan itu. Disaat Nanda menyeret perempuan itu ke meja kasir, penjaga toko itu berhasil melepaskan diri. Bahkan Cristine bisa mengelak saat Nanda hendak menikamnya. Kemudian Cristine kabur dan keluar dari toko sambil berteriak rampok.

    Warga yang mendengar teriakan Cristine langsung mengerumuni lokasi. Tak butuh waktu lama, Nanda ditangkap meski sangkur masih berada di genggamannya. Lalu aksi massa berlaku. Nanda dipukuli sampai muntah darah. Tak lama, petugas Polsek Delitua datang mengamankan Nanda dan membawanya ke rumah sakit.

    "Pas dia membekap mulutku sambil menempelkan pisaunya ke leherku. Aku sempat terjatuh di tumpukan beras tak jauh dari meja kasir. Saat itulah aku lari dan keluar dari toko sambil berteriak rampok dan minta tolong," kata Cristine.

    Di kantor polisi, Nanda beralasan dirinya nekat merampok karena terdesak untuk mencari biaya perobatan anaknya.

    "Saya butuh duit karena anak saya lagi diopname di rumah sakit. Begitu saya melihat toko itu sepi, saya langsung masuk dan pura pura membeli sabun. Lalu saya menodongkan sangkur yang memang sudah saya selipkan di pinggang," kata Nanda.

    Kapolsek Delitua melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan mengatakan tersangka akan dijerat dengan pasal 365 sub 335 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (dlta)
    KOMENTAR