CONNECT WITH US
  • Sabu 9,6 Kilo Direbus, Ganja 73 Kilo Dibakar

    Bagikan:

    BK24JAM - Deliserdang: Sebanyak 9,617,17 gram sabu-sabu, 73.750 gram ganja dan 211,85 gram kafein, hasil tangkapan Polres Deliserdang, Beacukai Kualanamu dan Polda Sumut, dimusnahkan, kemarin siang.

    Barang haram yang dimusnahkan tersebut berasal dari hasil sitaan petugas atas pengungkapan 34 kasus dengan 55 tersangkanya, yakni 52 laki-laki dan 3 tersangka perempuan.

    "Dari pengungkapan ini, sudah termasuk kasus yang kemarin membawa narkoba di Bandara Kualanamu. Saat itu kita sudah mengamankan kurir baik pemesan yang berada di Lembaga Pemasarakatan,” kata Direktur Reserse Narkoba Poldasu, Kombes Pol Edy Iswanto.

    Dikatakan Edy, dengan makin maraknya penyelundupan narkoba melalui Bandara Kualanamu, pihaknya semakin memperketat keluar masuknya barang di bandara dan bekerja sama dengan Avsec serta Bea Cukai untuk mempersempit ruang gerak para kurir narkoba.

    Menurut Edy, sebenarnya narkoba yang masuk dari luar negeri itu sangat jarang masuk melalui bandara. Hanya mungkin coba-coba, lalu ketangkap.

    "Hanya yang regional atau kurir narkoba antar provinsi ini yang terus kita dalami. Itu yang masih sering terjadi," katanya.

    Disebutkan Edy, kesulitan untuk menangkap para kurir narkoba tersebut karena harus melalui proses penyelidikan, undercover dan penggalangan anggota di dalam masyarakat.

    "Maka dari itu, saya juga meminta tolong kepada masyarakat, apabila ada mengetahui informasi atau indikasi peredaran narkoba di lingkungan mereka, agar tidak sungkan memberitahukannya kepada kita dan akan segera kita tindaklanjuti," sebutnya.

    Edy mengingat, selama 4 bulan dia menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Poldasu, belum ada personelnya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dari 3 polisi di Medan yang diamankan. Sementara untuk satu tersangka di bawah umur yang diamankan pihaknya, tambah Edy, proses penanganan dan penahanannya lain, serta mereka bekerja sama dengan Lapas.

    Disebutkan Edy, selama ini jaringan narkoba disebut dengan jaringan terputus. Kebanyakan yang bisa mereka ungkap untuk sementara para kurir dan pengedar, sementara untuk bandar-bandar yang di atas jarang mereka temukan."Salah satunya yang kita tangkap dari Malaysia. Yang punya barang kan dari Malaysia, jadi kita sulit untuk menangkap orang di Malaysia. Kita hanya melapor ke Mabes Polri dan Kedutaan di sana," pungkasnya.

    Hadir dalam pemusnahan tersebut Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto, Irwasda Kombes Pol Muhammad Jupri, kejaksaan, satuan reserse narkoba Polres Deliserdang, bea dan cukai dan pihak Bandara Kualanamu. (bndr)

    KOMENTAR