CONNECT WITH US
  • TNI Paling Siap Lakukan Percepatan Pembangunan

    Bagikan:
    Tunggul CE Butar-butar
    BK@24JAM - Medan: Wacana yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang peran politik TNI sebenarnya tidak perlu dipro dan kontrakan. Wacana tersebut merupakan bagian dari hak TNI untuk menyampaikan pendapat.

    Sebagai bagian potensial dalam menjaga keutuhan NKRI, TNI berhak untuk menyampaikan pendapatnya. "Saya yakin pendapat yang disampaikan oleh Panglima TNI itu juga demi untuk keutuhan dan kemajuan bangsa," demikian disampaikan Tunggul CE Butar butar, S.Math mantan aktivis Mahasiswa 98 dalam bincang bincang dengan media kemarin.

    Menurut Tunggul, timbulnya wacana seperti yang disampaikan oleh Panglima TNI tentunya merupakan hal yang harus direspon secara positif dan dilihat apakah relevan atau tidak dengan kondisi saat ini. Pemerintah dan DPR harusnya memanggil Panglima TNI untuk mempertanyakan pendapat yang disampaikannya melalui media,

    "Mengapa Panglima TNI menyampaikan pernyataan seperti itu, atau pernyataan Panglima TNI itu sudah disampaikan kepada pemerintah namun tidak ada respon dari pemerintah. Sehingga Panglima TNI menyampaikannya kepada publik melalui media," kata Tunggul lagi.

    Respon yang disampaikan oleh seorang anggota DPR RI yang seakan menyalahkan Panglima TNI karena menyampaikan hal ini kepada publik melalui media, sangat tidak patut dilakukan oleh seorang yang mengaku wakil rakyat dan mengerti tentang Undang Undang.

    "Indonesia merupakan negara demokrasi. Jadi, siapapun dapat menyampaikan pendapatnya, selagi dapat dipertanggungjawabkan," tegas Tunggul.

    Mantan aktivis mahasiswa Medan ini kembali mengulangi, bahwa apa yang disampaikan oleh Panglima TNI merupakan wacana positif untuk meningkatkan stabilitas dan integritas bangsa Indonesia. Tidak ada yang salah. Kalau ada oknum anggota DPR yang mengatakan hal tersebut menimbulkan kecemasan di masyarakat, berarti oknum anggota DPR tidak mengerti rakyat. Rakyat tidak pernah cemas kalau pemerintahnya jujur. "Berperang melawan musuh pun rakyat siap," tegas Tunggul.

    Menyikapi pernyataan oknum DPR yang seakan mendiskreditkan Panglima TNI harus pasti akan direspon oleh rakyat. Seakan ada yang disembunyikan oleh oknum. Ada ketakutan di balik respon yang diberikan oleh oknum anggota DPR tersebut.

    "Saya menegaskan bahwa tidak benar, jika kemudian timbul opini yang mengatakan Panglima TNI telah berpolitik dengan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Pernyataan Panglima TNI tersebut masih sebatas normatif. Sebagai salah satu kekuatan penjaga keutuhan negara pernyataan yang disampaikan oleh Panglima TNI adalah pernyataan yang ditunggu-tunggu oleh rakyat. Tidak ada satu Peraturan perundang- undangan yang dapat membungkam prajurit TNI untuk menyampaikan pendapatnya demi untuk perbaikan negeri ini kepada rakyat," kata Tunggul.

    Sebagai aktivis mahasiswa yang terlibat dalam Reformasi 98, Tunggul sangat mendukung Pernyataan Panglima TNI. TNI harus diberi peran dalam mendukung percepatan pembangunan.

    "Banyak peran yang bisa dilakukan oleh TNI dalam melakukan percepatan pembangunan. Tapi mungkin banyak yang alergi jika peran ini diambil alih atau TNI terlibat dalam peran ini. Zaman sudah berubah, TNI merupakan Lembaga Negara yang paling siap dalam menyikapi reformasi 98 dan paling siap untuk melakukan percepatan pembangunan," kata Tunggul mengakhiri pembicaraan. (sus)
    KOMENTAR